Monday, February 13, 2012

Give Me One More Chance

Tulisan untuk project #20HariNulisDuet. Hari ke 4 #Kepercayaan. Duet bersama @rayfarahsoraya Hihi.. Thanks udah ngajak aku kolaborasi, Ray. Seru yaaa :))


Via masih sibuk berkutat dengan sketch book nya. Sesekali ia menggaruk kepala dengan pensilnya. Dan matanya melihat layar komputernya. Menggabungkan imajinasi yang sudah ditaruh di sketch book nya lalu dituangkan ke aplikasi komputer sungguh cukup merepotkan dan menguras pikiran. Hanya rasa percaya dan yakin kala teknologi sanggup menyamakan ciptaan dari tangannya, Via mulai beralih ke komputernya dan mengutak - atik designnya agar sama seperti gambar tangannya.
Jam 3 pagi. Damn, bahkan gue belum makan malam, dan sebentar lagi sudah harus sarapan
Via mengumpat lalu beranjak. Ia tidak akan membiarkan maag nya kambuuh yang malah membuat pekerjaannya terhambat. Via benci itu, ketika suatu pekerjaan harus semakin lama tertunda hanya karena penyakit kecil. Via mengambil macaroni schotel sisa kemarin  yang masih banyak. Via menjawil sedikit ujungnya dan dimasukkan ke mulutnya. Sudah kepalang lapar, Via langsung memakannya dengan sendok tanpa memanaskannya.

Bleg
Badannya direbahkan ke sofa panjang hijau kesukaannya. Tempat ia beristirahat, menonton televisi, atau sesekali menangis disitu jika pekerjaannya dirasa terlalu berat. Tempat tidurnya hanya sesekali disentuhnya, ruangan yang terlalu besar dan tempat tidur dengan King Size malah membuat Via takut. Takut ia malah akan tertidur kepalang nyaman dan nyenyak sehingga ia terbangun pada siang hari dan menyesali semuanya. Lebiih baik Via mencuri tidur sejam dua jam lalu bangun dengan mata berat tapi semua pekerjaannya selesai. Selesai dengan tepat waktu.

Waktu menunjukkan pukul 8 pagi saat Via sudah tiba di kantornya. Sengaja ia datang lebih awal untuk mempersiapkan diri menjelang presentasinya nanti. Ia akan memperlihatkan hasil design-nya di hadapan sejumlah jajaran direksi, dengan agenda utama meeting mengenai perombakan lay-out store serta promosi menjelang hari Valentine. Sebenarnya meeting kali ini akan menjadi sebuah kesempatan bagus untuk Via memperlihatkan kemampuan design sekaligus ilmu marketing yang ia miliki.

Jam 10 tepat. Semua anggota rapat sudah hadir. Pak Wira, selaku Direktur perusahaan pun memasuki ruang meeting. Meeting dimulai dengan pembahasan awal soal strategi promosi Valentine di bulan Februari nanti. Pak Emir dari bagian marketing mempresentasikan ide-idenya. Tidak lama setelah itu, giliran Via yang mempresentasikan hasil design-nya tadi malam. Ia memperlihatkan beberapa gambarnya dalam slide singkatnya.

“Ini lay-out untuk lantai satu. Sengaja rak ditata agak padat di bagian samping agar di bagian tengah ada spot untuk menaruh dekorasi. Lalu untuk equipment seperti manequin dan meja bundar rencananya akan diletakkan di sini. Dengan lay out seperti ini, saya rasa customer akan lebih tertarik melihat.” Via menjelaskan dengan percaya diri.

“Sementara di lantai dua, lay out nya tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Hanya akan diberi sentuhan..”

“Cukup. Silahkan kembali ke tempat duduk.” ucap Pak Wira memotong presentasi Via.

Via terkesiap. Ia belum menyelesaikan presentasinya tapi sudah diminta menyudahi?

“Saya ngga akan mungkin approve lay out kaya begini.” Pak Wira melanjutkan dengan suara ketusnya.

Hah? Kenapa? Ada yang salah dengan design gue? Selama beberapa hari terakhir gue udah konsultasi ke bagian marketing dan mereka bilang ini udah sesuai. Terus sekarang malah Pak Wira ga approve? Batinnya bertanya-tanya. Via diam beberapa detik.

“Maaf, Pak. Alasannya?” Via memberanikan diri untuk bertanya.

“Ya kamu pikir saja sendiri! Kita berbicara tentang lay-out department store high class, bukan pasar!!” suara Pak Wira meninggi. Pedas.

Via berdiri mematung di depan peserta meeting. Semua mata mengarah padanya. Perasaan malu dan kesal berkumpul di hatinya. Sebenarnya sudah cukup sering Pak Wira ‘memakan korban’ dalam setiap meeting. Tapi baru kali ini Via yang menjadi sasarannya. Ia yang selama ini lebih sering mendapat apresiasi kali ini justru mendapat penolakan cukup keras. Sejujurnya Via masih bingung di bagian mana dari design-nya yang tidak sesuai.

“Baik, Pak. Akan saya perbaiki.” jawab Via sambil menahan rasa malu, kemudian berjalan menuju ke tempat duduknya.

***
Via menegakkan dagunya memasuki kubikalnya. Semua mata tertuju padanya, Pak Emir menatap dengan simpati, rasa bersalah sedikit menghampirinya.
Sudah cukup dua hari ia sengaja tidak masuk kantor, hatinya terlalu terpukul. Via tahu mereka menatap mata bengkak Via yang tidak bisa ditutupi. Dalam hati Via mengutuk koleksi kosmetiknya yang sedikit sehingga tidak bisa memanipulasi matanya yang sembab oleh airmata.

Jam 10.
Via memasuki ruang rapat. Kali ini, ia yang terakhir datang. Via sibuk menyusun dan mempersiapkan semuanya. Matanya menghindari tatapan semua jajaran direksi.
Biar kalian menatap gue nanti, gue lebih siap dari kemarin.

Giliran Via yang mempresentasikan revisi desainnya. Via menahan nafas panjang, dalam hatinya berharap tidak ada lagi yang membentaknya. Dirinya tulus memaafkan Pak Wira tanpa diminta, itu semua karena pekerjaan yang kepalang ia cintai. Via sesekali membenarkan blazer hijau toskanya, jajaran direksi terdiam dan mata mereka menatap Via, mereka sungguh ingin mendapatkan suatu gebrakan pada revisi desain Via pagi ini.

Klik.
Gambar muncul.
“Baik, selamat pagi semua. Langsung saja untuk desain revisi saya, saya merevisi pada area tengah. Saya menggantinya dengan ini, dimana setiap spot menghasilkan suasana Valentine, seolah mereka sebagai customer diajak menjelajahi dunia yang penuh cinta. Mulai dari entrance sampai selesai berkeliling customer seakan mendapatkan pengalaman yang belum ia rasakan sebelumnya. Untuk  gambar ini, yah, kita tambahkan dekorasi hati pada plafond namun tidak terlalu over, hanya di beberapa area saja. Dan kita libatkan seluruh indera mereka untuk merasakan sensasi jatuh cinta ini, maka di beberapa sudut ruangan saya menambahkan dengan aromaterapi manis seperti vanilla atau cokelat”

Beberapa petinggi menarik nafas. Via kembali duduk sesudah mengucapkan terima kasih. Tidak ada potongan dari Pak Wira, tidak ada mata yang mengernyit. Namun tiba-tiba..

Pak Wira berdiri, Via bahkan tidak dapat menangkap reaksi nya karena begitu cepat, ia meninggalkan ruang rapat.

Seluruh peserta meeting bertanya-tanya. Apa yang terjadi dengan Pak Wira? Ia bahkan tidak memberi komentar sedikit pun. Via merasa cemas seketika. Apakah idenya lagi-lagi tidak sesuai dengan keinginan Pak Wira?

Pak Gunawan, selaku Wakil Direktur, kemudian ikut keluar menyusul. Sementara peserta meeting yang lain tetap berada di dalam ruangan menunggu aba-aba apakah meeting disudahi atau terus dilanjutkan. Seisi ruangan mendadak dipenuhi suara bisikan pertanyaan bernada bingung. Pak Emir kemudian mencoba mengambil alih arahan meeting dengan membahas kembali jadwal promo Valentine. Di tengah pembahasannya, tiba-tiba tanda berwarna merah muncul di screen proyektor ruang meeting. Aplikasi notes intern perusahaan memunculkan tanda adanya pesan masuk. Pak Emir yang sedang berada di depan laptop membuka tanda itu. Klik. Seluruh mata memandang screen yang menampilkan isi notes tersebut.

From : Wira Rahadikusuma
To : All
Message :

“Saya barusan ke lantai satu dan dua untuk melihat langsung ke lapangan yang akan dirombak. Gagasan saudari Via layak untuk diterapkan. Saya minta gagasan itu segera dieksekusi. Team dekorasi harus kerjakan dari siang. Pemindahan equipment kerjakan setelah jam store tutup. Besok semua sudah harus jadi. Ingat, momen promo ini sudah semakin dekat. Besok siang saya akan inspeksi. Saya tidak terima alasan apa pun kalau sampai ada yang belum beres.”

Via membaca kembali tulisan yang ada di depannya. Ia tidak salah baca. Iya, benar. Pak Wira menyetujui idenya. Via menghela nafas lega. Seolah ada angin segar menghembus ke dalam kepalanya. Ia seakan sudah membayar rasa malu dan kesal yang dirasakannya dua hari yang lalu. Kali ini, tugas berikutnya menanti. Esok hari gagasan yang ia presentasikan tadi harus diwujudkan bersama. Tanpa cacat. Harus.

Sunday, February 5, 2012

Quotes - Part 2

Apa yang kamu tangisi saat ini, bisa jadi akan sangat kamu syukuri suatu saat nanti.

Apa yang kamu benci hari ini, mungkin akan benar-benar kamu sayangi esok hari.

Apa yang kamu anggap benar sekarang, belum tentu demikian di lain waktu.

Apa yang kamu katakan mustahil saat ini, bisa sangat mungkin terjadi suatu saat nanti. Yang dikatakan mustahil itu kan hanya karena belum pernah terjadi.

Apa yang kamu anggap sebagai masalah besar, sesungguhnya hanyalah hal kecil setelah kamu mampu melewatinya. Itulah mengapa, seharusnya kamu tidak perlu takut terhadap masalah.

Tidak perlu mendramatisir keadaan atau masalah. Terkadang masalahmu tidak seberapa, tapi pikiranmu sendiri yang menjadikannya seolah luar biasa.

Orang yang kamu anggap 'bukan siapa-siapa' hari ini, bisa saja menjadi penyelamat hidupmu kelak. Jangan pernah menyepelekan orang lain.

Orang yang kamu katakan menyebalkan, bisa jadi tidak demikian aslinya. Kamu hanya belum cukup mengenal dan memahaminya saja.

Orang yang jahat di masa lalunya, belum tentu sama di hari ini. Begitu pun sebaliknya. Setiap orang bisa berubah kapan saja.

Seharusnya keinginanmu untuk mendapatkan banyak hal di masa depan, tidak menjadikan kamu lupa akan hal-hal yang sudah kamu dapatkan sekarang.

Semoga apa yang kamu inginkan saat ini, benar-benar akan kamu jaga dan syukuri setelah mendapatkannya kelak. Karena kebanyakan orang lupa bersyukur, justru pada hal yang dulu pernah ia perjuangkan dengan sungguh-sungguh.

~hidup itu penuh dengan perubahan sesuai fasenya. semua tergantung dari cara kamu memandang dan mensyukurinya~

Monday, January 23, 2012

Film Kehidupan

Salah seorang teman gue pernah nulis: 
"Cerita novel buatan Allah jauh lebih perfect dari pada novel buatan novelis berpengalaman sekali pun." –Ratih D.- 
*kata-kata lo menginspirasi, Tih :D

Gue setuju banget sama kalimat di atas. Demikian halnya dengan kalimat "Film buatan Allah jauh lebih keren dibanding film buatan sutradara mana pun." (ini tanpa maksud menyepelekan kemampuan para sutradara loh ya.) Maksud gue di sini adalah film kehidupan atau novel kehidupan, di mana kita sendirilah yang jadi pemain utamanya. Gue jadi pemeran utama film kehidupan gue, dan orang-orang lain pun demikian dalam hidupnya masing-masing.

Gue ngerasa kagum dengan cara Sang Sutradara Kehidupan, mengarahkan jalan cerita kehidupan kita dengan sedemikian rupa. Banyak ‘adegan-adegan’ nyata yang kita alami mulai dari yang menyenangkan, menyebalkan, menyakitkan, ngebingungin, sampe yang ngga disangka-sangka. Dulu gue kira kejadian si X berpapasan dengan si Y yang ternyata ibu kandungnya, cuma ada di sinetron Tersanjung. Dulu juga gue pikir kisah cinta super rumit nan lebay hanya ada di sinetron Cinta Fitri. Tapi ternyata eh ternyataaa.. semua adegan-adegan sinetron itu (kecuali sinetron manusia terbang sama elang-elangan itu ya) bisa menjadi amat nyata bahkan lebih unik dari pada di sinetron.

‘Adegan-adegan’ dalam kehidupan kita yang kesannya kebetulan dan berasa ‘dunia-kok-sempit’, sebenernya emang setting-an Allah. Segala sesuatu yang terjadi pasti atas izin-Nya, bukan? And everything happens for a best reason indeed. Sekalipun ada hal-hal buruk terjadi and it’s bringing you down, inget aja pasti ada alasan indah di balik kejadian itu. Misalkan, lo abis kehilangan sesuatu, pasti deh ada yang lebih baik yang udah disiapin Allah buat lo. Yakin. Skenario Allah tetap yang terbaik kok.

Terus gimana dengan akhir dari ‘film’ kita? Happy ending atau sad ending? Yaa.. Semua orang juga maunya happy ending lah yaa. Bahkan ada yang bilang “God only makes happy endings. If it's not happy, then it's not the end!”.

Yang jelas, bagaimana ending dari hidup kita bisa kita tentukan dari sekarang. Just do the best to get your happy ending and let God do the rest J



Eh kalau diibaratkan film, kehidupan gue masuk dalam genre film apa ya? Komedi, horror, atau apa? Mari kita analisa ya. Tsaaah.. Penting abis ye.

Nah apakah hidup gue masuk dalam genre film komedi? Bisaaa.. Dalam kehidupan gue lumayan banyak hal lucu yang bisa bikin gue ketawa. Bahkan hal-hal yang ngga lucu dan ngeselin aja, bisa bikin gue ketawa. *tapi nangis dalam hati :p

Drama? Bisa jugaa. Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah mengalami masa-masa nangis bombay dikarenakan peliknya kehidupan? Yah namanya juga lika-liku kehidupan ya.. (sok asik nih bahasa gue)

Ok, next. Horor? Oh please, yang ini jangan. Kalo kehidupan gue bergenre horror, berarti gue jadi kuntilanaknya gitu? Hiiih! No!

Film action? Oh rasanya tidak. Selama hidup, gue jarang (dan jangan sampe) berhadapan dengan adegan kekerasan kaya tembak-menembak gitu. Tapi kalo adegan ditembak sih gue sering. Muahahaha.. #preeeeet #hoeeeeek #abaikan

Film kolosal-heroik? Hmm.. Ga lah. Yakali gitu ya gue jadi pahlawan negara. Hehe.. Sape gueee..

Iya begitulah analisa-singkat-padat-dan-tidak-jelas dari gue. Someday, gue pengen menceritakan semua ‘film kehidupan’ gue buat anak-cucu gue. Gue dongengin mereka sebelum tidur gitu. Eh iya lucu juga kali ya kalo kehidupan kita semua masing-masing dijadiin film beneran biar bisa ditonton sama generasi keturunan kita selanjutnya. Ntar yang meranin karakter gue si Rianti Cartwrigth aja, ngga apa-apa deh. Hahaha! *sakarepmu lah, Ay..

Back to the topic. Yang jelas, setiap adegan dalam 'film kehidupan' kita pasti ada hikmahnya. Sekali lagi inget, skenario Allah pasti yang terbaik. Rencana Allah pasti indah :)

Friday, January 6, 2012

Review Buku

Nulis dan baca. Dua hal yang gue suka. Kalo ditanya gue suka baca apa, jawabannya banyak! Gue suka baca segala macem mulai dari novel, buku-buku kocak ala "Kambing Jantan"-nya Raditya Dika, buku motivasi/psikologi, komik, biografi, majalah, koran, brosur, poster, selebaran sedot wc (iyak gue mulai ngaco), dll. Tapi ngga tau kenapa gue ngga terlalu suka baca buku fiksi fantasi kaya Harry Potter atau The Lord of The Rings. Gue udah pernah coba baca tapi selalu berhenti di tengah buku. Too far from reality aja rasanya. Eh, namanya juga fiksi fantasi yah. Hehe.. Well, balik ke selera masing-masing sih ya.
Oh.. satu lagi! Gue ngga suka baca buku horor! Catet itu baik-baik, terutama bagi yang mau beliin gue buku. Hoho.. *pede tingkat internasional*

Nah selama 2 bulan terakhir, ada beberapa buku yang gue baca. Sekalian gue review aja kali ya. Ini dia..
  • "Antologi Rasa"

       Novel bernuansa urban-metropop ini ditulis oleh Ika Natassa, one of the best writer (menurut gue). Sebenernya ceritanya udah sering ditulis banyak orang, yaitu tentang kisah cinta saling silang di antara beberapa orang yang bersahabat. Uniknya, cerita ini ditulis dari sudut pandang setiap tokoh. Misalnya ada suatu momen yang dialamin oleh tokoh Keara dan Harris, nah isi pikiran dari kedua tokoh itu digambarkan Ika secara detail dari POV masing-masing. Mungkin pas awal baca agak sedikit bingung buat menyesuaikan jalan pikiran setiap tokoh. Tapi lama-lama dapet banget feel dan karakter dari semua tokoh. Salah satu yang juga bikin gue salut sama penulisnya adalah, dia bikin novel ini selama kurang lebih 3 tahun dan sampe melakukan riset nonton F1 di Singapur plus nonton konser John Mayer live juga! Wow! Nawaitu buanget bukaaan? Gue kasih cendol deh buat buku ini, gan! 

Antologi Rasa. Segala rasa ada di buku ini :D
  • "Kening"
         Mungkin kalo gue ngga baca buku ini, gue ngga bakal tau sisi lain dari seorang artis Fitri Tropica. Fitrop yang gue kenal kan orangnya kocak, ceria, bawel, dan kadang lebay juga ya (eh sok kenal deh gue sama dia. padahal dianya aja ngga kenal gue -,-)
Nah di buku ini, kita bisa tau sisi mellow dari kehidupan seorang Fitrop. Tapi tetep ada bagian kocaknya juga di buku ini. Yang jelas bahasanya ringan dan khas Fitrop. Oh ya, pas waktu itu gue lagi ke Gramedia PIM, kebetulan banget ada acara book launch-nya buku ini. Ketemu deh gue sama doi. Orangnya ramah ya. Lucu lagi. Tapi perasaan aslinya badan dia lebih tinggi dari pada di tipi deh. Eh ini napa jadi gue bahas orangnya ya bukan bukunya -_-"


Covernya unik

  • "Mimpi Sejuta Dollar"
        Buku based on true story ini ditulis oleh Alberthiene Endah, penulis yang emang udah sering nulis biografi orang-orang sukses. Kali ini bukunya menceritakan tentang perjalanan hidup seorang Merry Riana, milyarder muda yang memulai karirnya dari bawah sampai sekarang sukses menjadi pengusaha dan motivator. Awalnya Merry menempuh kuliah di Singapur dengan pinjaman uang kuliah sekian ratus dollar dari pemerintah setempat. Dia berjuang hidup di negeri orang dengan uang pas-pasan,  sampe dia kuliah sambil kerja part-time, terjun ke dunia bisnis, MLM, dll. Sejujurnya pas halaman-halaman awal gue baca buku ini, rasanya agak bosen dan kurang greget. Tapi pas udah di tengah buku, baru deh berasa ini buku wajib dibaca sama semua orang yang mau mencapai impiannya. Intinya ngga ada yang ngga mungkin selama kita yakin sama Tuhan dan mau kerja keras. Impian dia saat itu pun tercapai yaitu mendapat kebebasan finansial sebelum umur 30 tahun. Hmmm... Semoga gue bisa mengikuti jejaknya juga ya. Amiiiiiin :)

inspiring book :)

  • "Skill With People"
    Buku tipis mungil ini ditulis oleh Les Giblin. Isinya tentang cara-cara berkomunikasi dan bernegosiasi yang baik dengan orang lain. Bahasanya cukup simpel dan mudah dicerna. Eh gue baca yang terjemahannya sih ya. Kalo bukan terjemahan mungkin bahasanya tingkat tinggi dan sulit gue cerna. Hehe.. Tinggal dipraktekkan aja nih ilmunya :)

Skill With People


Oke, itu dia sedikit review dari gue. Sekarang gue lagi ngincer buku-buku lain. "Manusia Setengah Salmon" - Raditya Dika, "1111" - Ollie and friends, "My Stupid Boss 4" - @chaoswork dan "Cerita Sahabat" - Alberthiene and friends. Hmm.. Terus apa lagi ya buku-buku bagus yang terbit bulan ini? Ada rekomendasi? Atau punya bukunya? Pinjem dongs. Hehe.. :D


Oh yaaa.. satu lagi buku yang wajib dibeli dan dibaca, judulnya "Balita Mencari Tuhan" Buku ini berisi kumpulan cerita mini, cerita pendek, dan prosa yang ditulis oleh Maulana, Ayya Idris, dan Ghina F. Hmmmm.. Iya betuuuul! Anda tidak salah baca. Ada nama gue di situ sebagai penulisnya. Hihi. FINALLY.. Gue bisa nerbitin buku juga! Alhamdulillaaaah.. Senangnyaaah! Buku itu ceritanya macem-macem dan diambil dari sudut pandang yang beda-beda juga. Ada tentang anak kecil, Tuhan, benda-benda, curahan hati, dsb. Penasaran kan? Hoho..

Ayo silahkan diorder di sini >>> nulisbuku.com. Hanya ada di toko buku online itu. Atau yang mau pesen lewat gue juga bisa. Yang mau minta tanda tangan dan foto gue juga boleh. HAHAHA! *belagu dikit*. Pokonya yang berminat membeli dan membaca buku gue, gue ucapkan terima kasih sebelumnya yah. Gue doakan semoga pahalanya nambah berlipat-lipat. Amiiiin :') Ditunggu komentar, saran, dan kritiknya buat buku ini. Thank youuu :*

Available now on nulisbuku.com, harga Rp 37.000


Wednesday, January 4, 2012

Quotes

1.
Berdamailah dengan tiga hal berikut; diri sendiri, orang lain, dan segala keputusan Tuhan. Sesungguhnya hanya yang berdamai, yang berbahagia.

2.
Tidak ada kata terlambat untuk berbuat kebaikan, asalkan dimulai dari sekarang juga.

3.
Syukurilah kesulitan. Karena terkadang kesulitan mengantar kita pada hasil yang lebih baik dari apa yang kita bayangkan. (@pepatah)

4.
Dunia pasti berubah, semua pasti berubah, namun berubahlah demi kebaikan dan mengikuti yang benar. (@pepatah)

5.
Lepaskan rasa sakit di masa lalumu. Dengan cara itu kamu bisa menggenggam masa depanmu.

6.
Sesungguhnya titik terendah dalam hidupmu adalah titik tolak menuju pencapaian tertinggi kelak. Bangkit!

7.
Seseorang tidak akan mendapat kebenaran apapun jika merasa dirinya yang paling benar. 

8.
Selalu ada pesan yang ingin disampaikan Tuhan dari setiap kejadian. Kita hanya perlu membiasakan diri untuk 'membaca' dan memahaminya.

9.
Terkadang bukan tentang siapa yang benar dan salah, tapi tentang siapa yang mau menurunkan ego dan siapa yang lebih memilih mengangungkan egonya. 

10.
Apa yang baik menurutmu, belum tentu baik menurut Allah. Juga apa yang buruk menurutmu, bisa jadi justru baik menurut Allah. Yakinilah sudut pandang-Nya adalah yang terbaik. 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktop